Catatan mudik: 27 Oktober 2006
Lebaran ke-5, mengantar suami ke dokter. Pagiya aku juga kena diare (ih, penyakit ga elit!). Si Oneng telinganya pekak. Rame-rame ke RS. Ibnu Sina di Belakang Balok. Sehabis itu aku dan suami mengundang bako-bako alias saudara dari pihak bapakku di Jambu Air-Tanjung Alam, Bukittinggi.
Di samping rumah mereka ada peresmian masjid, di rumah sendiri sedang masak-masak buat persiapan menjemput penganten. Ternyata Om-ku baru selesai nikah dengan gadis sana. Keesokannya sang penganten baru di boyong ke rumah Omku. Acara kita bentrok, sama-sama tidak bisa saling mengunjungi.
Selesai sholat Jum’at kami pulang. Di rumah pelaminan dan tenda sudah mulai dipasang. Di dapur sudah banyak yang masak-masak lagi buat acara besok. Semua baru selesai larut malam.
Di samping rumah mereka ada peresmian masjid, di rumah sendiri sedang masak-masak buat persiapan menjemput penganten. Ternyata Om-ku baru selesai nikah dengan gadis sana. Keesokannya sang penganten baru di boyong ke rumah Omku. Acara kita bentrok, sama-sama tidak bisa saling mengunjungi.
Selesai sholat Jum’at kami pulang. Di rumah pelaminan dan tenda sudah mulai dipasang. Di dapur sudah banyak yang masak-masak lagi buat acara besok. Semua baru selesai larut malam.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home